Warga meyakini momen gerhana membawa harapan agar anak-anak tumbuh lebih tinggi dan sehat.
Sementara itu, para ibu hamil duduk di teras rumah beralaskan sapu lidi sambil menyantap nasi liwet dan telur rebus. Setelah makan, mereka mengelus perut sebagai simbol perlindungan bagi janin agar proses persalinan kelak berjalan lancar.
“Ada anak kecil-kecil itu gantung biar cepat tinggi. Ada ibu hamil makan pakai nasi liwet dan telur rebus, supaya saat melahirkan selamat dan anaknya normal,” tambah Suprapti.
Salah satu ibu hamil, Rika Rahmawati, yang tengah mengandung tiga bulan, berharap ritual tersebut membawa keselamatan saat persalinan nanti.
Baca Juga :Dampak Angin Kencang di Tulungagung Meluas, Terbaru 72 Rumah Rusak Ringan
“Kita melakukan ritual makan nasi liwet sama telur biar nanti proses kelahirannya diberi kelancaran dan keselamatan. Kita duduk di atas sapu sambil makan nasi tersebut,” tandasnya.
Bagi warga Munungkerep, gerhana bukan sekadar fenomena alam, melainkan momentum menjaga warisan leluhur sekaligus mempererat kebersamaan di tengah desa.



















