Meski demikian, Pemkot Batu tidak sepenuhnya lepas tangan. Pada 2026 ini pemerintah tetap mengalokasikan anggaran untuk melakukan kajian potensi pembangunan bianglala melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Langkah ini diambil sebagai strategi alternatif guna membuka peluang keterlibatan pihak swasta dalam pembiayaan pembangunan wahana tersebut.
“Tahun 2026 kami anggarkan untuk kajian potensi bianglala melalui skema KPBU. Langkah ini kita ambil sebagai opsi alternatif. Namun demikian, opsi utama tetap pembangunan melalui APBD,” terangnya.
Baca Juga Pengedar Petasan Wilayah Nglegok Diamankan, Sita Mercon dan Bahan Baku
Skema KPBU dinilai menjadi opsi realistis di tengah keterbatasan keuangan daerah. Meski begitu, Pemkot Batu tetap menempatkan pembangunan melalui APBD sebagai pilihan utama apabila kondisi fiskal memungkinkan.
Dengan kondisi tersebut, bianglala di Alun-Alun Kota Batu dipastikan masih belum beroperasi sepanjang 2026. Wisatawan dan masyarakat diharapkan bersabar sembari menunggu hasil kajian serta kepastian pendanaan pada tahun-tahun berikutnya.



















