“Konstruksi balok gerber tidak menggunakan pilar tengah, sehingga lebih aman saat banjir, terutama jika membawa material seperti kayu atau enceng gondok,” jelasnya.
Sodik menambahkan, konstruksi tersebut juga umum digunakan pada jalan tol karena memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap tekanan dan aliran air.
Untuk pembangunan ini, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp7,2 miliar yang bersumber dari APBD Tulungagung.
Dengan dimulainya proyek ini, diharapkan akses masyarakat dapat segera pulih dan warga tidak perlu lagi memutar untuk melintasi wilayah tersebut.
Baca juga:Puluhan Aduan Masuk ke Satgas MBG Tulungagung, Kualitas dan Variasi Menu Dikeluhkan
“Pemilihan konstruksi ini agar jembatan lebih aman dan tidak mudah terdampak material yang terbawa banjir,” pungkasnya.



















