Sedangkan untuk ketersediaan gudang ini pihaknya juga tengah berupaya untuk mencari tambahan gudang untuk menampung hasil serapan beras dan jagung.
Baca Juga :Rumah Warga Bantur Rusak Diduga Akibat Ledakan Bom Ikan, Polisi Selidiki Pelaku
Seperti di Tulungagung saja, pihaknya masih kekurangan gudang untuk menampung 2 ribu ton serapan padi, belum lagi untuk serapan jagung.
“Gudang kita itu tidak hanya untuk menampung hasil serapan padi, tetapi juga untuk menampung hasil serapan jagung, sehingga hal inilah yang menyebabkan kita masih kekurangan gudang,” kata Prihasto Setyanto.
Atas kondisi itu, ungkap Prihasto, pihaknya sudah meminta Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Timur untuk segera mencari gudang-gudang tambahan untuk menampung stok beras dan jagung.
Sedangkan di Tulungagung, informasinya akan ada dua tambahan gudang lagi untuk menampung hasil serapan padi dan jagung selama masa panen raya berlangsung.
Secara nasional, pihaknya saat ini masih punya gudang penyimpanan yang tersedia untuk menampung sekitar 800.000 ton, dimana gudang-gudang itu tersebar di seluruh wilayah di Indonesia.
Baca Juga :Mobil MBG Oleng Usai Isi BBM di Donomulyo
Atas upaya penambahan ketersediaan gudang penyimpanan ini, pihaknya optimis mampu menyerap padi dan jagung semaksimal mungkin di seluruh wilayah selama panen raya.
“Kami sudah perintahkan Pemimpin Perum Bulog di semua wilayah untuk menambah ketersediaan gudang penyimpanan untuk menyerap padi dan jagung selama masa panen raya berlangsung,” pungkasnya.



















