Perum Bulog Ditarget Salurkan 893 Ribu Ton Beras SPHP Sepanjang Tahun 2026

Perum Bulog Ditarget Salurkan 893 Ribu Ton Beras SPHP Sepanjang Tahun 2026
Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Erma Rini beserta Direktur Pengadaan Perum Bulog, Prihasto Setyanto dan Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho saat melakukan pemantauan stok beras yang dimiliki Perum Bulog Cabang Tulungagung. (isal/memo)

Proses penyaluran beras SPHP ini dtargetkan mampu menekan harga beras di pasaran, mengingat tujuan penyaluran beras SPHP ini untuk stabilitas harga beras.

Baca Juga :Petani Cabai Kediri Keluhkan Naiknya Harga Plastik Mulsa

Sedangkan di Jawa Timur, berdasarkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) di setiap pasar, harga beras medium terpantau aman sesuai harga eceran tertinggi (HET).

Read More

“Penyaluran beras SPHP ini untuk menekan harga beras di pasaran. Kalau di Jawa Timur kami pantau masih hijau, artinya harga beras medium masih aman,” kata Langgeng Wisnu Adinugroho.

Secara rinci, ungkap Wisnu, beras SPHP yang didistribusikan Perum Bulog melalui delapan penyalur itu dijual kepada penyalur dengan harga Rp 11 ribu per kilogram, kemudian dari penyalur kepada masyarakat dijual seharga Rp 12.500 per kilogram.

Pihaknya juga rutin melakukan pemantauan harga beras medium bersama Tim Satgas Pangan.

Selain itu, beras dari Perum Bulog juga sudah mulai tersedia di KDKMP, dimana saat ini sudah ada 386 KDKMP di Jawa Timur yang sudah menyerap beras dari Perum Bulog.

Baca Juga :Rumah Warga Bantur Rusak Diduga Akibat Ledakan Bom Ikan, Polisi Selidiki Pelaku

Bahkan untuk beras premium dari Perum Bulog juga sudah dipasok untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk MBG.

“Tingkat konsumsi beras se jawa timur rata-rata sekitar 300.000 ton per hari. Penyaluran di SPPG dan KDKMP kami lakukan dua minggu sekali sesuai pesanan,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *