Proses penyaluran beras SPHP ini dtargetkan mampu menekan harga beras di pasaran, mengingat tujuan penyaluran beras SPHP ini untuk stabilitas harga beras.
Baca Juga :Petani Cabai Kediri Keluhkan Naiknya Harga Plastik Mulsa
Sedangkan di Jawa Timur, berdasarkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) di setiap pasar, harga beras medium terpantau aman sesuai harga eceran tertinggi (HET).
“Penyaluran beras SPHP ini untuk menekan harga beras di pasaran. Kalau di Jawa Timur kami pantau masih hijau, artinya harga beras medium masih aman,” kata Langgeng Wisnu Adinugroho.
Secara rinci, ungkap Wisnu, beras SPHP yang didistribusikan Perum Bulog melalui delapan penyalur itu dijual kepada penyalur dengan harga Rp 11 ribu per kilogram, kemudian dari penyalur kepada masyarakat dijual seharga Rp 12.500 per kilogram.
Pihaknya juga rutin melakukan pemantauan harga beras medium bersama Tim Satgas Pangan.
Selain itu, beras dari Perum Bulog juga sudah mulai tersedia di KDKMP, dimana saat ini sudah ada 386 KDKMP di Jawa Timur yang sudah menyerap beras dari Perum Bulog.
Baca Juga :Rumah Warga Bantur Rusak Diduga Akibat Ledakan Bom Ikan, Polisi Selidiki Pelaku
Bahkan untuk beras premium dari Perum Bulog juga sudah dipasok untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk MBG.
“Tingkat konsumsi beras se jawa timur rata-rata sekitar 300.000 ton per hari. Penyaluran di SPPG dan KDKMP kami lakukan dua minggu sekali sesuai pesanan,” pungkasnya.



















