Menurut Misradi, rumah tersebut telah berdiri lebih dari satu dekade. Kondisi kayu penyangga juga dinilai masih cukup baik dan tidak tampak lapuk maupun dimakan rayap.
Meski begitu, ia menyebut dalam sekitar satu bulan terakhir terdapat aktivitas penambangan di sekitar lokasi, berjarak kurang lebih 30 meter dari rumah korban.
Baca Juga :Persela Gelar TC di Kota Batu, Fokus Genjot Fisik Jelang Championship 2026/2027
“Suara alat berat bahkan kerap terdengar hingga permukiman warga. Kurang tau penyebabnya,” tegasnya.
Kepala Desa Nglewan, Suwandi, juga belum bisa menyimpulkan penyebab pasti insiden tersebut. Pihaknya masih menunggu hasil peninjauan lebih lanjut.
“Memang tidak ada angin maupun hujan. Di sekitar lokasi ada aktivitas tambang sekitar 30 meter dari rumah. Apakah ada kaitannya atau tidak, kami belum bisa memastikan,” ujarnya.
Pemerintah desa telah melaporkan kejadian tersebut kepada BPBD Ponorogo. Selain mengupayakan bantuan bagi korban, warga juga bergotong royong membersihkan material bangunan yang berserakan di lokasi.
“Sementara kita bantu untuk bersihkan material rumah yang roboh,” tutupnya.



















