Kekeringan di Trenggalek Terus Meluas, Lebih dari 13 Ribu Warga di 33 Desa Alami Krisis Air Bersih

Kekeringan di Trenggalek Terus Meluas, Lebih dari 13 Ribu Warga di 33 Desa Alami Krisis Air Bersih
Petugas BPBD Trenggalek saat mendistribusikan air bersih. (angga/sejahtera.co)

Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Kekeringan di Bumi Menak Sopal sebutan lain Kabupaten Trenggalek terus meluas.

Baca Juga :KPU Kabupaten Kediri Masih Temukan Data Pemilih Ganda

Hingga saat ini lebih dari 13 ribu warga dari 33 desa di wilayah Kabupaten Trenggalek mengalami krisis air bersih. Puluhan desa itu tersebar di 11 kecamatan.

Read More

“Rinciannya warga terdampak ada 13.760 jiwa dari 4.917 kepala keluarga merujuk data per 16 September,” kata Kepala BPBD Trenggalek, Triadi Admono, Selasa (17/9/2024).

Puluhan desa yang terdampak kekeringan itu meliputi Desa Terbis, Besuki, Ngrencak, Karangtengah, Nglebeng, Kertosono, Banjar dan Manggis di Kecamatan Panggul, Desa Pucanganak, Nglinggis, Dermosari, Ngepeh dan Prambon di Kecamatan Tugu serta Desa Jatiperahu dan Desa Ngentrong di Kecamatan Karangan.

Baca Juga :Malu Hamil Sebelum Nikah, Pasangan Sejoli di Kota Batu Aborsi Janin 3 Bulan

Selain itu ada Desa Ngares, Sumberdadi dan Kelurahan Tamanan di Kecamatan Trenggalek, Desa Ngulanwetan, Gembleb, Ngadirejo dan Pogalan di Kecamatan Pogalan.

Serta, Desa Sumberejo dan Gador di Kecamatan Durenan, Desa Wonoanti dan Ngrayung di Kecamatan Gandusari serta Desa Sengon dan Srabah di Kecamatan Bendungan.

“Kemudian ada Desa Mlinjon dan Wonokerto di Kecamatan Suruh, Tanggaran dan Sukokidul di Kecamatan Pule serta Desa Pandean di Kecamatan Dongko,” imbuhnya.

Baca Juga :Atlet Wushu Kota Batu Torehkan Medali Emas dalam PON XXI Aceh – Sumut 2024

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *