SEJAHTERA.CO – Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S PKI) adalah salah satu peristiwa paling kontroversial dalam sejarah Indonesia.
Peristiwa G30S PKI ini terjadi pada tanggal 30 September 1965, ketika sekelompok anggota militer yang diduga terafiliasi dengan PKI melakukan kudeta terhadap pemerintahan Soekarno.
Kudeta dalam peristiwa G30S PKI ini gagal dan memicu reaksi keras dari pemerintah dan masyarakat, yang menyebabkan pembantaian massal terhadap anggota PKI dan simpatisannya.
Namun, apakah G30S PKI benar-benar unik dalam sejarah gerakan komunis di dunia? Pada artikel ini, kita akan membandingkannya dengan salah satu gerakan komunis terbesar dan paling berpengaruh di dunia, yaitu Revolusi Rusia.
Revolusi Rusia terjadi pada tahun 1917 dan dipimpin oleh Vladimir Lenin dan Partai Komunis Rusia.
Revolusi ini berhasil menggulingkan pemerintahan Tsar dan mendirikan negara sosialis pertama di dunia, Uni Soviet.
Salah satu persamaan antara keduanya adalah gerakan ini dipimpin oleh partai komunis yang memiliki ideologi yang sama, yaitu Marxisme-Leninisme.
Namun, ada juga perbedaan yang signifikan antara kedua gerakan ini. Salah satu perbedaan utama adalah cara mereka mencapai tujuan mereka.
G30S mencoba untuk merebut kekuasaan melalui kudeta, sedangkan Revolusi Rusia dilakukan melalui revolusi bersenjata yang melibatkan partisipasi massal dari rakyat.
Selain itu, Revolusi ini juga memiliki dukungan yang lebih luas dari rakyat dibandingkan dengan G30S.



















