KARAWANG, SEJAHTERA.CO – Bukan hanya mengurangi takaran minyak goreng subsidi Minyakita, namun Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkap modus kecurangan lain.
Dikutip dari laman Kemendag RI, PT Artha Eka Global Asia (AEGA) juga melakukan kecurangan penyalahgunaan lisensi merk Minyakita.
“Selain mengurangi takaran pada kemasan satu liter, PT AEGA jugamenyalahgunakan surat persetujuan penggunaan merek Minyakita yang dipunyai,” ungkap Mendag Budi Santoso dilansir dari Kemendag.
BACA JUGA : Maret 2025, Harga Patokan Ekspor Komoditas Konsentrat Tembaga Naik Dua Kali
Modus yang diterapkan adalah PT AEGA memberikan lisensi pengepakan yang dimiliki kepada perusahaan lain dengan kompensasi imbalan.
Bahkan dua perusahaan tersebut tidakmemilikiSertifikat Produk Penggunaan Tanda Standar Nasional Indonesia (SPPT-SNI) dan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
BACA JUGA : Remaja Madiun Tertangkap Basah saat COD Obat Petasan di Ponorogo
Hal itulah yang mengakibatkan produk yang dihasilkan perusahaan tersebut tidak terstandarisasi baik mutu maupun takaran kemasannya.
Untuk diketahi, takaran kemasan minyak goreng murah dengan label Minyakita belakangan menjadi perbincangan publik.
Hal itu menyusul temuan adanya ketidaksesuaian antara isi kemasan sebenarnya dengan yang tertera dalam label kemasan.
BACA JUGA : Ungkap Kasus Dugaan Korupsi Dam Rp 4,9 Miliar, Jaksa Tahan Kontraktor Penggarap
Pemerintah bersama aparat penegak hukum langsung bergerak dan melakukan penyelidikan terhadap temuan lapangan tersebut.
Sumber : Kemendag
Editor : Irwan Maftuhin



















