Surabaya, SEJAHTERA.CO – Dua perupa Surabaya, Djoko E dan Webeech kali ini tampil “beda”, berpameran lukisan ukuran besar.
Sejumlah karya Djoko E dan Weebeech dipamerkan di Galeri Merah Putih – Kompleks Balai Pemuda Surabaya mulai Sabtu (31/5/2025) hingga Kamis (6/6/2025).
Pameran Djoko E dan Webeech, dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Surabaya ke-722 dibuka oleh aktivis, yuotuber yang juga Ketua Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT) Taufiq Monyong
Kemudian untuk memeriahkan suasana pembukaan pameran bertema “XXX Posed”, dimeriahkan oleh penampilan musik, Baper Acoustic.
Perupa Agus Koecink, pada kurasi pameran Djoko E dan Webeech, mengatakan, ada – ada saja jika para kreator seni ini sedang mempersiapkan menperhelatan pameran, entah membahas tema pameran, susunan acara dan lainnya.
Baca Juga :Pembacokan Pelajar di Lamongan, Puluhan Pemuda Konvoi dan Geruduk Mapolres Lamongan Tuntut Keadilan
“Saya sering menjumpai judul yang penuh tanda tanya yang membuat orang bertanya – tanya, opo seh karep e ngono, padahal lho isine yo tentang membincangkan karya seni,” katanya.
Seperti mengamati pelukis Webeech dan Djoko E. yang pameran berjudul “XXX Posed”, mempunyai karakter dan teknik yang berbeda, ada ekspresif, dan dekoratif. kreativitas menjadi jantung dari inovasi dan kemajuan.
Perjumpaan kreativitas, yang dalam konteks ini dilambangkan oleh istilah XXX Posed, adalah titik temu antara imajinasi, inspirasi, dan aksi nyata.
Ini bukan hanya tentang seni atau ciptaan visual, melainkan mencakup setiap aspek kehidupan — mulai dari cara kita menyelesaikan masalah, berkomunikasi, hingga menciptakan solusi yang membawa perubahan.
Judul XXX Posed menjadi simbol dari ruang terbuka, di mana ide-ide liar dan tak terbatas dipertemukan.
Dalam perjumpaan ini, setiap individu membawa warna dan bentuk pemikiran masing-masing. Namun, perjumpaan kreativitas tidak terjadi begitu saja.
Baca Juga :Polres Lamongan Tetapkan Dua Tersangka Atas Tewasnya Pelajar Akibat Tawuran di Babat
Ia membutuhkan keberanian untuk berbeda, keterbukaan untuk mendengar, dan kemauan untuk mencoba.
Lingkungan yang mendukung dan menghargai kebaruan menjadi fondasi penting dalam menciptakan ruang tersebut.
Maka dari itu, pendidikan, komunitas, dan media menjadi agen penting dalam menumbuhkan dan merayakan kreativitas.
Dalam era digital seperti sekarang, perjumpaan kreativitas bisa terjadi secara global. Platform daring memungkinkan kolaborasi lintas budaya dan disiplin ilmu.
Inilah yang membuat kreativitas hari ini semakin kaya dan dinamis.
Melalui interaksi ini, batas-batas tradisional menjadi kabur, dan peluang baru pun terbuka lebar.
Akhirnya, XXX Posed sebagai simbol perjumpaan kreativitas mengajarkan kita bahwa inovasi lahir dari keberagaman.
Baca Juga :Polres Malang Bongkar Lokasi Diduga Arena Sabung Ayam di Saptorenggo Pakis



















