Kawasan Kuliner Pinka Dianggap Bikin Macet dan Semrawut, Ini Kata Kepala Dinkop-UM Tulungagung

Kawasan Kuliner Pinka Dianggap Bikin Macet dan Semrawut, Ini Kata Kepala Dinkop-UM Tulungagung
Kawasan Kuliner Pinka yang saat ini tengah jadi perhatian Pemkab Tulungagung lantaran penataan yang semrawut dan menimbulkan kemacetan (isal/sejahtera.co)

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Kawasan kuliner Pinggir Kali (Pinka) masuk Kelurahan Tertek, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung kini menjadi perhatian pemerintah. Pasalnya, kawasan kuliner yang dipenuhi Pedagang Kaki Lima (PKL) itu dianggap menyebabkan kemacetan dan penataan yang semrawut.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop-UM) Tulungagung, Slamet Sunarto mengatakan, Kawasan Kuliner Pinka saat ini memang tengah menjadi perhatian karena belum tertata dan menyebabkan kemacetan. Hal ini tentunya membuat Pemkab Tulungagung berencana untuk membenahi dan menata kawasan itu.

Saat ini, Kawasan Kuliner Pinka memang masih belum memiliki paguyuban pedagang, sehingga secara penataan memang masih belum terkonsep rapi. Hal itu tentunya menyebabkan Kawasan Kuliner Pinka terkadang mengalami kemacetan imbas dari penataan pedagang yang kurang rapi.

Read More

Baca Juga :Beraksi di 29 TKP, Spesialis Curanmor Berhasil di Bekuk Satreskrim Polres Lamongan

“Kondisi ini memang menjadi perhatian Bupati Tulungagung, sehingga kami diminta untuk menangani kondisi tersebut dengan melakukan penataan ulang,” kata Slamet Sunarto, Kamis (12/6/2025).

Sebagai tindak lanjut, ungkap Slamet, Jumat (13/6/2025) besok, pihaknya akan mengumpulkan instansi terkait seperti Dinkop, Satpol PP, Dishub, Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Camat, Lurah dan perwakilan pedagang. Dimana hal itu dilakukan untuk membahas rencana penataan Kawasa Kuliner Pinka kedepan.

Rencananya, pemkab akan menawarkan agar para pedagang di Kawasan Kuliner Pinka membentuk paguyuban pedagang secara legal formal layaknya pedagang di car free day (CFD). Dengan begitu, diyakini Kawasan Kuliner Pinka bisa semakin tertata dibanding sebelumnya, mengingat saat ini banyak pedagang berjualan dijalan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *