Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Sebanyak 11 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Ponorogo dihentikan sementara operasionalnya oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Baca juga:Ribuan Guru Honorer Non-Dapodik Aksi di Ponorogo, Minta Diakui dan Masuk Sistem
Keputusan suspend tersebut mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita berharap ada komunikasi dan evaluasi bersama antara BGN, pengelola dapur, dan pemerintah daerah.
Menurutnya, selama ini Pemkab Ponorogo telah membentuk satuan tugas yang melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, terkait keputusan penghentian sementara operasional dapur, pemerintah daerah tidak dilibatkan secara langsung.
“Kalau ada yang merasa sudah memenuhi ketentuan, IPAL-nya ada dan tidak ada masalah, tetapi tetap masuk suspend, tentu perlu ada komunikasi bersama. Harapannya program MBG di Ponorogo bisa berjalan maksimal,” ujar Lisdyarita.
Ia mengaku banyak masyarakat penerima manfaat yang menyayangkan penghentian sementara operasional dapur tersebut. Sebab, sejumlah dapur berada di wilayah yang dinilai sangat membutuhkan Program Makan Bergizi Gratis.
“Ternyata masyarakat penerima manfaat juga sangat menyayangkan ketika dapur disuspend, padahal berada di daerah yang sangat membutuhkan program MBG,” katanya.
Data yang dihimpun menyebutkan terdapat 11 dapur SPPG di Ponorogo yang berstatus suspend, yakni SPPG Tonatan, Mangkujayan, Grogol Sawoo, Nailan Slahung, Kalisat Bungkal, Semanding Jenangan, Pijeran Siman, Kunti Bungkal, Ngrupit Jenangan, Ketro Sawoo, dan Kertosari Babadan.



















