Di Blitar, RT Keren Berganti RT Sae, Kini Tak Lagi Ada Pembagian Porsi Program

Di Blitar, RT Keren Berganti RT Sae, Kini Tak Lagi Ada Pembagian Porsi Program
Pelatihan atau pemberdayaan masyarakat pada program RT Keren tahun lalu. (aziz/sejahtera.co)

Blitar, SEJAHTERA.CO – Pemkot Blitar tetap mempertahankan program yang dulu disebut dengan RT Keren. Program yang menyedot anggaran puluhan miliar untuk RT itu tetap diadakan, hanya saja ada sejumlah perubahan.

Ya, jika dulu disebut RT Keren yang digulirkan semasa pemerintahan Wali Kota Blitar Santoso, kini semasa Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin diganti dengan RT Sae.

Bentuk programnya pun sama. Yakni setiap RT yang tersebar di 22 kelurahan di Kota Blitar menerima gelontoran dana sekitar Rp50 juta.

Read More

“Program pemberdayaan RT tetap ada tetapi kini bentuknya RT Sae. Ada sejumlah penyesuaian perubahan juga,” kata Kepala Bagian Tata Pemerintahan, Sekretariat Daerah Kota Blitar, Fredy Hermawan, Senin (7/7/2025).

Baca Juga :Monumen TGP, Saksi Perjuangan para Pelajar Teknik Memperjuangkan Kemerdekaan di Blitar

Dia mengatakan perubahan yang paling mendasar adalah jika RT Keren diwujudkan dalam bentuk pembangunan fisik dan pembinaan, kini bakal ditekankan pada pengembangan potensi di suatu wilayah atau lingkungan.

Artinya, program bakal disesuaikan kebutuhan masyarkat. Jika memang membutuhkan pemberdayaan, pelatihan atau pembinaan, bisa menggunakan dana RT Sae.

“Ada evaluasi pada program sebelumnya. Kalau memang membutuhkan pelatihan atau pembinaan, itu bisa diprioritaskan. Tidak ada harus ada pembagian kebijakan seperti tahun-tahun sebelumnya,’ katanya.

Dia mencontohkan pada RT Keren sebelumnya, anggaran Rp 50 juta untuk setiap RT itu ada porsi pembagian. Yakni 70 persen untuk pembangunan fisik.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *