Jombang, SEJAHTERA.CO – Di halaman kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Jombang, suasana siang itu menjadi pusat perhatian.
Seorang pria, Joko Fattah Rochim, datang dengan langkah mantap sambil membawa sebuah galon air minum berisi penuh uang koin.
Bukan untuk main-main, melainkan untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang nilainya melonjak drastis.
Fattah, yang sebelumnya hanya membayar sekitar Rp 400 ribu per tahun, kini harus menyiapkan Rp 1,35 juta untuk tagihan PBB 2024. Koin-koin yang ia bawa merupakan tabungan anaknya sejak SMP hingga kuliah semester dua
Baca Juga :Persik Kediri Ditahan Bali United 1-1, Ong Kim Swe Kecewa Kehilangan Poin di Menit Akhir
. “Kalau naiknya dari Rp 300 ribu ke Rp 400 ribu atau Rp 500 ribu masih wajar. Tapi ini sampai lebih dari Rp 1 juta, ya memberatkan,” ujarnya sambil menata napas.
Ia menegaskan bahwa aksinya bukan sekadar membayar pajak, melainkan bentuk protes terhadap kenaikan yang menurutnya tidak masuk akal. “Saya minta bupati tegas membenahi aturan yang merugikan warga,” tambahnya.



















