Pemkab Mojokerto Salurkan Drone Sprayer, Dorong Pertanian Modern dan Ketahanan Pangan

Pemkab Mojokerto meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan daerah
Pemkab Mojokerto berupaya meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan daerah.(foto: kominfo)

Mojokerto, SEJAHTERA.CO – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan daerah terus dilakukan melalui berbagai program strategis. Salah satunya diwujudkan melalui penyerahan bantuan drone sprayer pertanian kepada kelompok tani (poktan), yang berlangsung di Balai Desa Wunut, Kecamatan Mojoanyar, Selasa (10/2/2026) siang.

Baca juga:Jembatan Bubak Diresmikan, Jadi Ikon Wisata Baru Mojokerto

Sebanyak empat unit drone sprayer senilai total Rp1,06 miliar disalurkan kepada empat kelompok tani di Kabupaten Mojokerto. Bantuan ini berasal dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian RI.

Read More

Empat kelompok tani penerima bantuan tersebut yakni Poktan Tani Mulyo Desa Wunut, Kecamatan Mojoanyar; Poktan Tani Jaya Desa Madureso, Kecamatan Dawarblandong; Poktan Tani Mulyo Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong; serta Poktan Sejahtera III Desa Balongwono, Kecamatan Trowulan yang juga menerima bantuan genset pendukung.

Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa, menegaskan bahwa bantuan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan efisiensi kerja petani, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

“Ketahanan pangan adalah fondasi kesejahteraan masyarakat. Dengan teknologi seperti drone sprayer, kita ingin memastikan petani dapat bekerja lebih cepat, lebih aman, dan lebih hemat, sehingga hasil pertanian meningkat dan pendapatan petani ikut naik,” ujar bupati yang akrab disapa Gus Barra.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi pertanian modern menjadi solusi atas keterbatasan tenaga kerja di sektor pertanian sekaligus mendorong regenerasi petani dengan menarik minat generasi muda.

“Kita harus berani beralih ke pertanian modern berbasis teknologi atau smart farming, agar sektor ini semakin efisien dan berkelanjutan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, penggunaan drone sprayer mampu memangkas waktu kerja secara signifikan.

“Jika secara manual membutuhkan waktu seharian, dengan drone cukup dalam hitungan menit. Ini tentu menghemat waktu dan biaya operasional,” jelasnya.

Selain efisiensi, penggunaan drone juga dinilai lebih aman bagi kesehatan petani karena mengurangi kontak langsung dengan bahan kimia.

“Petani tidak lagi harus memanggul tangki semprot yang berat. Risiko paparan bahan kimia juga bisa ditekan. Keselamatan petani adalah prioritas,” imbuhnya.

Gus Barra juga berpesan agar bantuan tersebut dimanfaatkan secara optimal dan dirawat dengan baik agar memiliki umur pakai yang panjang.

“Saya berharap bantuan ini dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Lakukan perawatan rutin agar bisa digunakan dalam jangka panjang,” pesannya.

Ia berharap, kehadiran teknologi ini mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus kesejahteraan petani.

“Dengan peningkatan produktivitas, hasil panen akan lebih baik dan kesejahteraan petani juga ikut meningkat,” pungkasnya.

Baca juga:Pemkab Mojokerto Luncurkan AMAWABUMI, Dorong Investasi dan Optimalkan Aset Daerah

Kegiatan ini dihadiri sekitar 60 peserta yang terdiri dari perwakilan kelompok tani, penyuluh pertanian lapangan, jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, pemerintah desa, serta Forkopimca Mojoanyar.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *