Mojokerto, SEJAHTERA.CO – Jembatan Bubak di Kecamatan Gondang diresmikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa. Jembatan yang menghubungkan Desa Gondang dan Desa Kebontunggul ini juga diproyeksikan menjadi ikon wisata baru di Bumi Majapahit.
Baca juga:Bupati Mojokerto Tinjau Rumah Warga Terdampak Puting Beliung di Puloniti
Sejak rampung dibangun ulang pada 2025, Jembatan Bubak telah menarik perhatian masyarakat. Panorama pegunungan, hamparan sawah yang asri, serta pencahayaan lampu warna-warni di malam hari menjadi daya tarik tersendiri. Tak sedikit warga yang memanfaatkannya sebagai lokasi rekreasi, sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk berjualan di sekitar area.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini tidak hanya untuk memperkuat konektivitas, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Konektivitas yang kita bangun ini agar jika kita makmur, maka makmur bersama. Jika tumbuh, kita tumbuh bersama, dan jika sejahtera, kita juga sejahtera bersama,” ujarnya sebelum peresmian simbolik pada Kamis (19/2/2026).
Sementara itu, Bupati Mojokerto yang akrab disapa Gus Barra menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas dukungan pembangunan jembatan tersebut.
“Atas nama Pemkab Mojokerto, kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Gubernur. Di tengah berkurangnya transfer daerah, bantuan ini sangat besar bagi kami, setara dengan pembangunan jalan kurang lebih 10 kilometer,” ungkapnya.
Diketahui, pembangunan ulang Jembatan Bubak menelan anggaran sekitar Rp13,2 miliar yang bersumber dari Pemprov Jawa Timur.
Dalam kesempatan itu, Gus Barra juga memaparkan capaian pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mojokerto. Pada triwulan III 2025, pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 6,05 persen, meningkat dari 5,05 persen pada 2024. Angka tersebut juga berada di atas rata-rata nasional dan Provinsi Jawa Timur.
“Capaian ini menunjukkan tren positif, dan kami optimistis dapat terus meningkat,” ujarnya.
Di akhir sambutan, Gus Barra menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di Mojokerto masih menjadi prioritas, termasuk rencana pemindahan pusat pemerintahan. Ia berharap dukungan Pemprov Jatim, khususnya untuk perbaikan Jalan Raya Mojosari–Pacet yang menjadi kewenangan provinsi.
“Jalan Mojosari–Pacet sangat penting karena akan menjadi akses menuju pusat pemerintahan baru,” tandasnya.
Baca juga:Bupati Mojokerto Resmikan Jalan Poros Mojogebang, Akses Utama ke SMK Kemlagi
Peresmian Jembatan Bubak turut dihadiri Wakil Bupati Mojokerto M. Rizal Octavian, pengasuh Ponpes Amanatul Ummah KH Asep Syaifuddin Chalim, jajaran OPD Pemprov Jatim, Forkopimda Kabupaten Mojokerto, serta Forkopimca Gondang.



















