Pusat Data Nasional Diserang Ransomware, 800 Ribu Data Penerima KIP Kuliah Lenyap

Pusat Data Nasional Diserang Ransomware, 800 Ribu Data Penerima KIP Kuliah Lenyap

JAKARTA, SEJAHTERA.CO – Serangan Ransomware jenis terbaru terhadap server Pusat Data Nasional (PDN) mengakibatkan layanan di beberap kementerian dan lembaga lumpuh.

Dikutip dari Parlementaria, 47 domain layanan atau aplikasi milik Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) juga terdampak.

Salah satu layanan yang turut terdampak gangguan Pusat Data Nasional yang diserang Ransomware adalah laman Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Read More

Gangguan terjadi saat pendaftaran KIP Kuliah untuk jalur mandiri perguruan tinggi yang sudah dibuka sejak Jumat (27/6/2024).

Dikutip dari Parlementaria, 800 ribu data calon mahasiswa pendaftar Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah) juga ikut hilang.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf menyayangkan hilangnya data tersebut akibat server Pusat Data Nasional (PDN) diretas peretas (hacker) dengan Ransomware.

“Saya sangat menyayangkan bahwa data bisa hilang dan ini tentu terkait dengan PDN yang saat ini sedang kena hack,” kata Dede Yusuf dikutip dari Parlementaria.

Selain itu, Dede juga menyesalkan Kemendikbudristek tidak melakukan backup data sehingga data-data penting tersebut hilang.

“Saya sangat menyesal, kenapa. Karena Kemendikbudristek tidak membuat backup data,” jelas Politisi Fraksi Partai Demokrat tersebut.

Pantauan sejahtera.co pada Senin (1/7/2024) laman KIP-Kuliah yang diakses melalui https://kip-kuliah.kemdikbud.go.id/ belum bisa diakses.

Dede Yusuf juga menyinggung wacana pemerintah yang ingin menjadikan Indonesia menjadi hub-regional big data di Asia dan Pasifik.

Dengan adanya insiden serangan Ransomware terhadap Pusat Data Nasional kali ini, Politikus Partai Demokrat itu menilai Indonesia belum siap dengan big data.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *