Bebas LSD Jelang Idul Adha, Dinas Peternakan Kabupaten Trenggalek: PMK Menjadi Ancaman

Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Pelaksanaan kurban di Kabupaten Trenggalek dipastikan steril dari ancaman penyakit Lumpy Skin Disease (LSD). Kendati begitu, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Bumi Menak Sopal, sebutan lain Kabupaten Trenggalek masih jadi ancaman.

 

“Untuk LSD, alhamdulillah di Trenggalek sudah tidak ada. Namun untuk PMK masih ada kasus,” kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Kabupaten Trenggalek, Ririn Hari Setiani, Senin (20/5/2024).

Read More

Konfirmasi kasus penyakit ‘lato-lato’, nama lain LSD, kata Ririn, tercatat terjadi terakhir di Trenggalek pada tahun 2023. Sebanyak 102 hewan ternak terkonfirmasi terkena penyakit dengan ciri khas benjol-benjol itu.

 

“Tahun ini tidak ada laporan kasus LSD,” imbuhnya.

Sementara untuk PMK, hingga saat ini masih ada konfirmasi kasus. Per pertengahan Mei 2024, sebanyak 16 hewan ternak terkonfirmasi kasus PMK.

Meskipun masih ada konfirmasi kasus, Ririn menyebut jumlah itu mengalami penurunan saban tahun.

 

Tahun 2022, lanjut Ririn menjadi kasus terparah dengan jumlah konfirmasi kasus sebanyak 2.172 ekor. Kasus itu turun drastis pada 2023, menjadi sebanyak 147 hewan terkonfirmasi kasus PMK.

Ririn mengklaim penurunan kasus itu seiring ikhtiar petugas gabungan menanggulangi penyakit yang mudah menular itu.

“Tahun ini ada 16 kasus PMK sehingga masih jadi ancaman pada pelaksanaan kurban tahun ini,” ujarnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *