Disinggung terkait tambahan anggaran operasional bus sekolah gratus pada perubahan anggaran keuangan (PAK) 2023, Bagus menjelaskan, sebenarnya sudah mengajukan penambahan anggaran BOK bus sekolah gratis senilai Rp 200 juta. Hanya saja sampai sekarang belum pihaknya belum mendapat informasi apakah pengajuan itu diterima atau tidak.
Sedangkan rapat paripurna PAK APBD 2023 sudah dilakukan oleh DPRD Tulungagung pada Rabu (6/9) yang berarti PAK APBD Tulungagung 2023 sudah ketuk palu. Namun apabila pengajuan anggaran itu diterima, maka surat edaran tersebut akan dicabut dan pelayanan bus sekolah gratis akan kembali dimaksimalkan.
“Kita tunggu selama dua bulan terlebih dahulu, kalau ternyata usulan tambahan anggaran itu didapat, operasional bus sekolah gratis akan kembali dimaksimalkan,” jelasnya.
Sedangkan untuk operasional mobil penumpang umum (MPU), ujar Bagus, pihaknya memastikan jika sampai dengan akhir tahun, MPU tetap beroperasi melayani siswa baik dalam pemberangkatan maupun penjemputan.
Pasalnya untuk MPU sendiri, pihaknya mendapatkan anggaran tambahan untuk operasional MPU, sehingga siswa masih terlayani.
Menurut Bagus, operasional MPU untuk melayani pemberangkatan dan penjemputan siswa sekolah juga digratiskan untuk para siswa yang mana kendaraan MPU tersedia sebanyak 31 kendaraan.
Dishub menerapkan sistem kontrak untuk bagi pemilik kendaraan MPU yang mana kendaraan angkutan tersebut beroperasi pada wilayah yang tidak terjangkau bus sekolah gratis.
“Kalau bus sekolah total kita punya sembilan kendaraan dan melayani tujuh kecamatan yakni Kecamatan Kalidawir, Bandung, Gondang, Karangrejo, Ngunut, Ngantru dan Tulungagung Kota,” pungkasnya.
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Dhita Septiadarma


















