“Kami dua kali melakukan revisi pengajuan anggaran Pilkada 2023 mendatang, dari usulan pertama senilai Rp 62,8 miliar akhirnya disepakati senilai Rp 53,4 miliar,” jelasnya.
Disinggung terkait besaran anggaran yang diterima, Susanah mengungkapkan, anggaran Pilkada 2024 justru lebih besar dibanding anggaran Pilkada pada 2018 silam. Pasalnya, pada tahun 2018 kemarin, KPU Tulungagung hanya menerima senilai Rp 37,8 milyar.
Kenaikan ini karena jumlah pemilih tahun ini meningkat lebih banyak dibandingkan pada tahun 2018 kemarin, sehingga diperlukan biaya yang cukup besar.
Diketahui, anggaran yang sudah disepakati itu nantinya dialokasikan untuk honor badan Ad Hoc senilai Rp 30,4 milyar.
“Kondisi saat ini sangat berbeda dibanding tahun 2018 kemarin, sehingga anggarannya juga meningkat. Nantinya anggaran itu difokuskan untuk honor badan Ad Hoc, sisanya untuk keperluan sosialisasi maupun publikasi,” pungkasnya.
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Dhita Septiadarma



















