Lamongan, SEJAHTERA.CO – Kabupaten Lamongan kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu lumbung pangan utama yang siap mengawal visi swasembada pangan nasional. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui Gerakan Tanam Padi yang digelar di Desa Kebalan Kulon, Kecamatan Sekaran, Sabtu (30/5/2026).
Kegiatan strategis ini dihadiri Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) sekaligus Ad Interim Menteri Pertanian Sudaryono, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, serta Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap sektor hilirisasi pertanian. Menurutnya, konsep hilirisasi yang dikembangkan pemerintah akan memberikan manfaat merata, tidak hanya bagi pelaku industri di sektor hilir, tetapi juga bagi petani di sektor hulu.
Baca Juga :Persela Renovasi Total Mess Pemain, Siapkan Fasilitas Modern Sambut Championship 2026/2027
“Ada arahan Bapak Presiden untuk melakukan hilirisasi. Jadi Pak Bupati, produksi padi di sini bagus. Saya senang sekali sekarang tanam padinya bikin anakannya bukan di sawah lagi, sudah di baki tray, penanamannya pakai transplantasi, pemupukannya pakai drone, dan pemanenannya pakai combine harvester. Nanti hasil panen diolah melalui pemilahan yang baik, disimpan lalu didistribusikan melalui koperasi-koperasi kita,” terang Rachmat Pambudy.
Menteri Pambudy juga memuji kesiapan Lamongan yang memiliki ekosistem pertanian lengkap dari hulu hingga hilir. Menurutnya, kekuatan Lamongan tidak hanya terletak pada kapasitas produksi yang tinggi, tetapi juga didukung kelembagaan hilir yang kuat, seperti koperasi.
Meski tidak memiliki luas lahan sawah terbesar, Kabupaten Lamongan secara konsisten mampu mempertahankan status sebagai salah satu lumbung pangan terbesar di Jawa Timur. Bahkan pada 2025, Lamongan berhasil melampaui target Luas Tambah Tanam (LTT) yang ditetapkan pemerintah pusat.
Atas capaian tersebut, Wamentan Sudaryono memberikan apresiasi berupa bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern, mulai dari combine harvester, traktor, hingga drone pertanian.



















