Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Sebanyak 100 pohon pisang ditanam warga empat desa di Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek di sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan.
Penanaman pohon pisang itu dilakukan sebagai wujud kekecewaan sekaligus protes karena jalan yang rusak itu tidak kunjung diperbaiki. Padahal jalan yang rusak itu menjadi infrastruktur utama mobilisasi warga.
“Jalan ini merupakan akses utama yang menghubungkan empat desa, yang setiap harinya digunakan masyarakat sekitar untuk aktivitas mencari nafkah maupun sekolah,” kata salah satu warga, Maskur Arifin, Minggu (24/9).
Meskipun infrastruktur itu dinilai penting untuk menggerakkan perekonomian warga, namun kata Arifin, kerusakan infrastruktur itu nyaris tak tersentuh oleh pemerintah. Indikasi itu lantaran meskipun sudah mengalami kerusakan menahun tak kunjung diperbaiki hingga akhirnya warga kesal dan sepakat menanam pohon pisang di sepanjang jalan tersebut.
“Kami sudah hilang kesadaran karena setiap hari harus melewati jalan rusak. Penanaman pohon pisang di empat desa itu ada sekitar 100-an pohon,” imbuhnya.
Masyarakat berharap agar jalan yang menghubungkan Desa Pule, Desa Pakel, Desa Kembangan dan Desa Joho itu diperbaiki. Dia berharap konsentrasi perbaikan infrastruktur tidak hanya berkutat pada area perkotaan, namun juga memperhatikan di tingkat pedesaan.



















