Pelukis Tulungagung Pameran Bersama “Cekli” Wong 4, Menampilkan Keindahan dari Yang Kecil

Pelukis Tulungagung Pameran Bersama “Cekli” Wong 4, Menampilkan Keindahan dari Yang Kecil

“Seperti yang saya visualkan tentang Abstraksi Bunga dalam karya yang saya pamerkan kali ini,” katanya.

Karya empat pelukis Tulungagung yang dipajang, sepertinya  menjadi sebuah kesatuan dengan lokasi pameran, Griya Semar Mesem

Lihat karya Adhit yang didominasi warna cokelat seperti relief, menghadirkan tokoh atau punokawan pewayangan, seperti Semar, Gareng, Petruk dan Bagong. Klop dengan Griyo Semar Mesem.

Read More

Karya Agus “Demi Waktu”, yang menampilkan sejumlah unsur ikan (seafood) kemudian dirangkai sedemikian rupa sehingga mirip seperti “ikan bakar”.

Lukisan “Demi Waktu” seperti ini terasa sangat tepat dipajang (dikoleksi) untuk memperluas apresiasi bagi pelanggan Griya Semar Mesem, he he he…

Sementara itu, dikatakan Agus Koecink, tema Cekli, sudah menunjukan keinginan untuk mengkomunikasikan  jangan dianggap yang kecil itu tidak mempunyai suatu kekuatan artistic.

Tetapi pada pameran bersama kali berkeinginan bahwa sesuatu yang kecil mempunyai daya energi untuk menghasilkan karya-karya dengan  daya artistik.

Data tarik artistik  yang mampu memberikan pemindahan perasaan dari karya seniman ke apresian baik secara ide, gagasan, bentuk, komposisi, dan konsepnya.

Sekadar diketahui, kalimat cekli belakangan sepertinya jarang digunakan entah apa penyebabnya.

Tapi bagi orang yang usianya sekarang sudah 60 an tahun, dulunya banyak menggunakan kalimat cekli.

Karena saat itu masih populer untuk menggambarkan sesuatu benda atau sebuah karya yang ukurannya kecil atau mungil tapi enak atau pas dipandang atau dinikmati.

Ada semacam keindahan tersendiri pada benda yang cekli ini. Jadi bukan hanya sekadar kecil.

Sementara dilansir Lektur.ID, Cekli berarti mungil, kecil, mini, alit dan tangkes

Kesimpulannya, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata cekli adalah mungil. Arti lainnya dari cekli adalah alit.

Jadi, bagi pecinta lukisan, terutama yang cekli, jangan sungkan-sungkan datang mengapresiasinya di Griya Semar Mesem Tulungagung hingga 14 Oktober 2023.

Editor: Gimo Hadiwibowo

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *