Tiga Tahun, Pemerintah Pusat Targetkan PDAM Jaring 3.500 Pelanggan Baru

Tiga Tahun, Pemerintah Pusat Targetkan PDAM Jaring 3.500 Pelanggan Baru

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Sepanjang tahun 2023, Perumda Air Minum Tirta Cahya Agung sudah berhasil menjaring ratusan pelanggan baru. Dikarenakan saat ini marak berdiri perumahan baru, pihaknya tentu berencana untuk menyasar perumahan tersebut untuk memenuhi target.

Direktur Utama (Dirut) Perumda Air Minum Tirta Cahya Agung Kabupaten Tulungagagung, Joko Purnomo mengatakan, baru saja mendapatkan program hibah dari pemerintah pusat yakni National Urban Water Supply (NUWSP). Diketahui, melalui program hibah tersebut, pihaknya mendapat dana hibah senilai Rp 22,5 milyar.

Dana hibah tersebut bersumber dari APBN 60 persen atau senilai Rp 16 Milyar dan APBD 40 persen atau senilai Rp 6,5 Milyar. Anggaran itu difokuskan untuk pergantian pipa ACP ke PVC di Rejotangan dan penambahan intake di Unit Pengolahan air Jatiwekas Pagerwojo.

Read More

Hal itu dilakukan tentunya untuk memaksimalkan pelayanan air kepada para pelanggan.

“Pipa ACP di Rejotangan itu dari beton dan sering bocor, tentunya kami kehilangan banyak air dan perawatan yang mahal. Sedangkan penambahan intake itu agar suplai air ke pelanggan meningkat,” kata Joko Purnomo, Jumat (6/10/2023).

Karena mendapat dana hibah, jelas Joko, Pemerintah Pusat sendiri targetkan agar perusahaannya mampu menjaring sebanyak 3.500 pelanggan selama tiga tahun kedepan.

Dalam hal ini, pihaknya membuat skema agar setidaknya dalam satu tahun ada 1.000 lebih pelanggan baru yang terjaring demi memenuhi target pemerintah pusat tersebut.

Menurut Joko, sepanjang tahun 2023, pihaknya sudah berhasil menjaring sebanyak 600 pelanggan baru, yang mayoritasnya merupakan pelanggan dari perumahan.

Untuk menutup kekurangan target 1000 lebih pelanggan pertahun, pihaknya berencana mengadakan promo pasang baru pada saat hari jadi Kabupaten Tulungagung.

“Berkaca pada tahun lalu, adanya promo hari jadi Tulungagung kami berhasil menjaring 400 pelanggan. Ini yang akan kami manfaatkan untuk memenuhi target pemerintah pusat,” jelasnya.

Selain mengadakan promo, ungkap Joko, saat ini mulai banyak pengembang perumahan yang tertarik membangun perumahan di Kabupaten Tulungagung. Tahun ini saja ada lima perumahan baru.

Hal ini tentunya menjadi sasaran pelanggan untuk PDAM, mengingat Pemerintah Pusat mengatur agar perumahan menggunakan air PDAM.

Menyikapi aturan dari Pemerintah Pusat itu, pihaknya juga akan segera berkoordinasi dengan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Tulungagung untuk menghimbau pengembang agar meminta rekomendasi kepada PDAM. Mengingat, pengeboran air bawah tanah minimal sejauh 30 meter dari septic tank.

“Perumahan tentunya tidak bisa memenuhi aturan itu kalau memaksa mau mengebor air bawah tanah yang tentunya rawan tercemar bakteri ecoli. Kami optimis 3 tahun kedepan target dari Pemerintah Pusat terpenuhi,” pungkasnya.

Reporter: Mochammad Sholeh Sirri

Editor: Dhita Septiadarma

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *