Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, Sujud Hariyadi menjelaskan meski kunjungan wisatawan tidak terlalu signifikan seperti tahun sebelumnya pihaknya tetap merasa optimis.
“Walaupun ada penurunan presentase kami harus optimis, semoga pada puncak kunjungan/okupansi nanti bisa maksimal. Biasanya puncak kunjungan terjadi pada bulan November dan Desember,” katanya.
Lanjut Sujud, memang pada Oktober ini tren peningkatan kunjungan sudah nampak walaupun tidak signifikan seperti tahun 2022. Misalnya tahun lalu peningkatan kunjungan pada bulan Oktober 50 persen, sekarang hanya 30 persen saja.
“Dugaan saya penyebab adanya penurunan yaitu dampak ekonomi seperti peningkatan kebutuhan barang pokok. Tentu itu memiliki efek domino dan berpengaruh pada tingkat kunjungan wisata,” tutupnya.
reporter : Arief Juli Prabowo



















