Agus menambahkan melimpahnya air di desanya tersebut, karena oleh dipengaruhi faktor geografis. Selain berada di ketinggian, juga terjaganya hutan. Dia mengklaim reboisasi dilaksanakan rutin tiap tahun guna melestarikan mata air.
“Air tidak habis walaupun diambil terus-terusan di musim kemarau. Karena memang wilayahnya masih asri,” pungkasnya.
Sementara itu Iwan Narosid salah satu sopir truk tangki air bersih mengatakan, dikarenakan permintaan membludak, tiap hari dirinya mengisi air bersih hingga sebanyak 5 kali pengisian.
Untuk sekali droping air dirinya mendapatkan hasil Rp 350.000 hingga Rp 500.000 untuk kapasitas tanki air 8 ribu liter, nominal tersebut juga tergantung jarak dan medan lokasi droping air.
“Kalau malam itu permintaan bukan isi ulang, tapi kekeringan, tapi kalau pagi sampe sore isi ulang, kirimnya sampai trenggalek, wonogiri, parang magetan. Banyak juga yang untuk droping air bersih,” pungkasnya.
Reporter : Sony Dwi Prastyo
Editor



















