Meski begitu menurut Minto, membudidayakan ikan mas koki tergolong mudah apabila dibandingkan dengan ikan koi dalam hal perawatan dan ketahanan terhadap suhu.
Selain itu ikan mas koki dengan usia dua bulan saja sudah bisa dijual dengan harga Rp 1.500 perekor.
Namun apabila pembeli menginginkan ikan dengan kualitas premium dengan tujuan untuk ikut kontes, tentu perlakuannya juga berbeda. Pembudidaya harus memperhatikan pola makan dan gizi yang bagus. Dengan begitu, bibit ikan yang dihasilkan memiliki kualitas premium dan siap untuk dikembangkan.
“Kalau umur 3 bulan ke atas, perekor harganya Rp 10 ribu. Di umur ini, kami sudah bisa menyisihkan ikan kualitas yang bagus dan tidak, sehingga ikan dengan kualitas bagus ini bisa dijual bagi pembeli yang ingin ikut kontes ikan hias,” ungkapnya.
Soal harga ikan untuk kontes, Minto menyebut, beragam. Tergantung beberapa faktor seperti ukuran, warna, motif dan jenis ikan koki. Biasanya, ikan untuk diikutkan kontes itu bisa dijual seharga Rp 150 ribu sampai dengan Rp 200 ribu untuk harga termurahnya.
Meski tergolong mahal, permintaan pembeli untuk memboyong ikan hasil budidayanya terbilang cukup banyak setiap bulannya.
Adapun dalam satu bulan bisa mengirim sekitar 40 ribu ekor ikan mas koki mulai dari ikan dengan kualitas biasa sampai kualitas premium.
“40 ribu ekor itu tidak hanya untuk pasar lokal saja, tetapi juga untuk pasar ekspor permintaan dari tiga negara tersebut. Tetapi sayangnya untuk ekspor kita masih nebeng ke Tangerang. Kedepan kami usahakan untuk punya izin ekspor sendiri pakai merek kami,” pungkasnya.
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Dhita Septiadarma



















