Blitar, SEJAHTERA.CO – Meski mulai meredup, usaha tanaman hias monstera alias janda bolong ternyata masih berkibar. Pandu Aji Wirawan (32) warga Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan membuktikannya. Dia sukses mengeruk keuntungan dengan mengekspor tanaman hias berdaun berlubang itu.
Nama Pandu di dunia usaha tanaman hias di Kota Blitar sudah tak asing lagi. Ini karena sepak terjangnya dalam usaha tanaman hias; utamanya bunga.
“Iya saya punya lahan di Kelurahan Tanggung di Kecamatan Kepanjenkidul. Bersyukur sampai saat ini masih eksis,” kata Pandu.
Pandu memang contoh pengusaha yang tak patah semangat. Ketika banyak yang emoh melirik usaha tanaman hias, saat ini bapak satu anak ini tetap konsisten. Diapun menjlentrehkan awal mula menekuni usaha prospektif itu.
“Awalnya hanya iseng saja. Pingin lingkungan terlihat hijau. Tetapi lama kelamaan malah ketagihan,” katanya.
Dia pun menceritakan awal mula bisnis. Bisnis itu dimulai pada 2019 atau ketika pandemi Covid-19 mulai hinggap. Saat itu menanam tamaman hias beberapa saja. Selanjutnya tanaman diposting di pasar online.
Di antaranya tanaman yang dikelola seperti monstera atau janda bolong scindapsus, philodendron dan lain sebagainya.
“Tanaman saya posting ternyata ada yang laku. Pembeli rata-rata dari luar negeri,” kata jebolan SMK di Surabaya ini.
Para pembeli yang minat di antaraya dari Amerika, Inggris hingga sejumlah negara di Asia Tenggara. Untuk 1 tanaman ukuran kecil rata-rata dijual Rp 20 dollar atau setara Rp 350 ribu per batang.
“Kalau pengirimannya melalui paket keluar negeri. Selama ini aman-aman saja,” katanya.



















