Karena prospektif, diapun menggandeng rekannya,, Adi Nugroho yang ternyata gandrung usaha tanaman hias. Usahanya semakin berkibar setelah melengkapi berkas pendukung. Seperti pendirian CV dan lain sebagainya.
Dia menilai usaha tanaman hias menjanjikan karena memang di luar negeri tren dan tak pernah lekang waktu. Beda dengan di Indonesia yang kadang pasang surut. “Kalau di luar negeri stabil,” katanya.
Seiring dengan perkembangan usaha, kini Pandu memiliki lahan luas dalam bentuk green house. Di lokasi itu digunakan untuk merawat dan menyediakan stok.
Bahkan dirinya kerap membeli dari petani lain. Itu jika permintaanya dalam jumlah banyak. “Saat ini sebagian besar kami tanam sendiri,”; jelasnya.
Diapun kini sudah menikmati usahanya. Berkat ketekunannya sudah bisa mengeruk keuntungan. Dalam sebulan bisa mengirim bunga hingga 300 helai.
Dari jumlah itu, omzetnya bisa tembus Rp 50 juta dalam sebulan. Jumlah itu bertambah jika permintaan tinggi.
“Paling banyak pembeli dari Amerika. Karena janda bolong ini tahan penyakit dan cuaca ekstrem. Makanya laku di luar negeri,” katanya.
Bahkan, saking banyaknya peminat pernah tembus omzet hingga 0,5 miliar. Itu karena dulu jarang yang menekuni. Tetapi sampai saat ini sudah banyak.
“Kalau di saya omzet stabilnya Rp 50 juta sebulan, bisa lebih,” pungkas pria berkacamata ini.
Reporter : Abdul Aziz Wahyudi



















