JAKARTA, SEJAHTERA.CO – Insiden pesawat jatuh di Pasuruan beberapa waktu memantik reaksi dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
Wakil Ketua DPR RI Lodewijk F. Paulus menilai tragedi pesawat jatuh itu menunjukkan adanya prosedur yang harus dievaluasi.
Dikutip dari laman Parlementaria, terjadi pencopotan jabatan Danlanud (komandan lapangan udara) Abdulrachman Saleh, Malang sebelum insiden pesawat jatuh tersebut.
Ia mempertanyakan keikutsertaan seorang berpangkat kolonel administrasi yang ikut serta dalam penerbangan pesawat tempur yang jatuh.
“Kenapa ada seorang kolonel administrasi ikut penerbangan? Seharusnya, (kolonel) administrasi tidak boleh ada dalam penerbangan latihan tersebut,” ujar Lodewijk dikutip dari Parlementaria.
Fakta itu menurut Lodewijk menjadi indikasi adanya kesalahan prosedur dalam latihan penerbangan pesawat tempur.
“Dengan fakta tersebut berarti ada SOP (standard operational procedure) yang dilanggar, yakni kenapa ada seorang kolonel administrasi (Kol.adm) ikut penerbangan?” tanya Lodewijk.
Politisi dari Fraksi Partai Golkar itu menegaskan bahwa alat utama sistem pertahanan (Alutsista) tersebut bisa dipergunakan secara profesional dan proposional.



















