KEDIRI, SEJAHTERA.CO – Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Timur mendatangi lokasi Kereta Mbah Gleyor di Dusun Kandat, Desa Kandat, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Rabu (12/8/2026) siang. Kedatangan petugas tersebut untuk membersihkan cat akibat aksi vandalisme yang dilakukan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Baca juga:Terduga Pelaku Arisan Online dan Investasi Bodong di Kediri Ditetapkan sebagai Tersangka
Pelaku vandalisme saat ini telah diamankan dan dihantarkan ke Panti Laras Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur untuk mendapatkan penanganan.
Pembersihan dilakukan mulai dari bagian roda hingga seluruh badan Kereta Mbah Gleyor. Petugas menggunakan cairan khusus untuk menghilangkan cat tanpa merusak bagian asli kereta yang memiliki nilai sejarah.
Sebelumnya, Pemerintah Desa Kandat sempat menutup seluruh badan kereta menggunakan kain berwarna hitam. Kereta Mbah Gleyor selama ini dianggap memiliki nilai sakral oleh masyarakat karena diperkirakan telah berusia ratusan tahun dan diyakini sebagai titihan atau kendaraan Bupati Kediri pertama.
Konservator BPK Jawa Timur Ahmad Latif mengatakan, proses pembersihan diawali menggunakan air. Namun, karena cat belum dapat terangkat seluruhnya, petugas kemudian menggunakan alkohol untuk menghilangkan cat berwarna putih.
“Untuk cat warna hijau muda, kami menggunakan etil asetat, yakni cairan kimia khusus yang bisa menghilangkan cat. Prosesnya memang agak lama, tetapi cat tersebut bisa hilang. Yang penting kondisi Kereta Mbah Gleyor kembali bersih seperti semula,” katanya.
Setelah proses pembersihan selesai, hasil kegiatan tersebut akan dilaporkan kepada BPK Jawa Timur. Selain itu, BPK Jatim juga akan memberikan rekomendasi kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri terkait kebutuhan perawatan Kereta Mbah Gleyor.



















