Blitar, SEJAHTERA.CO – Pancaroba atau pergantian musim kemarau ke hujan mengakibatkan sejumlah kebutuhan pokok atau bahan makanan mengalami kenaikan harga. Ini terjadi pada beberapa jenis cabai dan telur.
Di beberapa pasar tradisional di Kota Blitar harga cabai rawit tembus di angka Rp 80 ribu perkilogram. Padahal sebelummya masih di harga Rp 60 ribu perkilogram. “Kenaikannya terjadi dua minggu ini. Utamanya cabai dan telur,” kata Didik Supriyono, pedagang di Pasar Pon Kota Blitar, Minggu (26/11).
Dia mengatakan, cabai dan telur dalam beberapa hari ini memang cenderung fluktuatif. Kenaikan harga cabai dipicu lantaran saat ini petani kesulitan menanam tanaman pedas ini.
Keterbatasan Air untuk kebutuhan tanaman kemarin, menjadi salah satu faktor. “Katanya airnya sulit. Lha gimana wong masih kemarau, hujan juga belum menyeluruh,” katanya.
Dia menjelaskan, karena kesulitan tanam cabai, stok atau persediaan di pasaran juga menipis. Karena pemintaan tetap namun terjadi penurunan stok, harga pun terkerek naik.



















