Sebagai tambahan pengetahuan bagi para peserta, dalam kegiatan ini Diskominfo menggandeng beberapa narasumber ahli, yaitu dari BPS Kota Kediri dan BAPPEDA Kota Kediri. Erma, narasumber dari BPS menjelaskan pihaknya melakukan pembinaan kepada Kelurahan Cantik (cinta statsitik) untuk pengumpulan data hingga Diseminasi. Sehingga dari data yang diperoleh nantinya bisa digunakan sebagai dasar membuat program dan kebijakan bagi pemerintah daerah.
“Pengumpulan data di kelurahan antara lain mengenai pekerjaan, pendapatan, jumlah anggota keluarga, pendidikan, dll. Sehingga harapannya data yang ada di kelurahan selama ini tidak hanya dibiarkan menumpuk tapi bisa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk membuat program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kebijakan yang dibuat bisa tepat sasaran,” tandasnya.
Sementara itu Andri Iriawan salah satu peserta mengaku sangat mendukung kegiatan ini. Untuk memudahkan pengumpulan data di kelurahannya, pihaknya membuat grup komunikasi dengan RT/ RW sehingga data bisa diperbarui dengan cepat. “Tiap bulan, RT/RW membuat laporan di grup kemudian data itu kita olah dan kita gunakan sebagai dasar menyusun data untuk diserahkan ke Kominfo,” tuturnya.
Andri berharap dengan Satu Data Kota Kediri nantinya bisa diketahui sisi demografis, kependudukan, dll dari masing-masing kelurahan sebagai dasar membuat kebijakan pemerintah daerah.(*)
Editor: Dhita Septiadarma



















