Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Sepanjang tahun 2023, Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung menemukan ribuan kasus Tubercolusis (TBC). Jumlah tersebut mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir usai pandemi Covid-19.
Kepala Bidang (Kabid) Penanganan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinkes Tulungagung, Desi Lusiana Wardhani mengatakan, peningkatan temuan kasus ini sebenarnya memiliki dua makna positif dan negatif.
Adapun dari sisi negatif menandakan jika kasus TBC meningkat. Sementara sisi positif hal ini menandakan jika penjaringan kasus TBC tergolong bagus, sehingga pasien bisa segera ditangani.
“Pada tahun 2020 sampai 2021 temuannya minim, karena kami berfokus pada penanganan kasus Covid-19 yang saat itu menjadi skala prioritas. Tetapi di tahun 2022 sampai 2023 temuannya meningkat setelah Covid-19 sudah dinyatakan aman,” kata Desi Lusiana Wardhani, Kamis (14/12/2023).
Berdasarkan data Dinkes, pada 2020 hanya ada 827 orang positif TBC dari total suspek yang berhasil terjaring yakni sebanyak 2.392 orang. Sedangkan pada tahun 2021, angkanya semakin menurun yakni 713 orang positif TBC dengan total suspek yang dijaring sebanyak 2.391 orang.
Kemudian pada tahun 2022, temuan kasus TBC di Tulungagung kembali meningkat yakni sebanyak 1.398 orang dinyatakan positif TBC dengan total suspek sebanyak 2.720 orang. Sedangkan di tahun 2023, ada sebanyak 1.427 orang dinyatakan positif TBC dari total suspek 1.870 orang.



















