“Karena taman berbeda dengan gedung yang mungkin bisa dibiarkan beberapa tahun, setiap tahun bahkan bulan taman harus ada perawatan rutinnya,” ungkapnya.
Secara teknis, anggaran senilai Rp 800 juta itu akan digunakan untuk memaksimalkan pemeliharaan rutin yang bersifat minor saja. Hal itu dikarenakan memang belasan RTH yang ada di Tulungagung memerlukan pemeliharaan rutin.
Pemeliharaan rutin itu seperti mengganti pompa atau pipa air, mengganti atau menambah tanaman, perbaikan alat potong rumput, hingga pembelian BBM untuk operasional. Sayangnya, pemeliharaan rutin tersebut tidak untuk taman bermain yang sudah tersedia yang kondisinya juga perlu perawatan.
“Seperti taman Hutan Kota (Huko) dan RTH Moyoketen yang saat ini juga sudah waktunya perawatan. Kalau perawatan untuk taman bermainnya belum, tetapi kalau ada gelontoran sumber dana lain, bisa kami arahkan ke sana,” pungkasnya.
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Dhita Septiadarma



















