Anjar melanjutkan, untuk besarnya dana yang dikucurkan senilai Rp 4,9 miliar. Dana berasal dari APBD 2024.
Pihaknya berharap dengan adanya pembangunan palang pintu itu angka kecelakaan yang melibatkan kereta api bisa diminimalkan. Karena dalam beberapa bulan terakhir ada saja kecelakaan pengendara yang tertabrak atau terserempet kereta api.
Terbaru yakni dua pelajar tewas tertemper usai ngopi di wilayah Wlingi. “Dana Rp 4,9 miliar itu mulai peralatan dan seluk beluk perlintasan,” katanya.
Berdasarkan data Dishub, jumlah perlintasan kereta api sebanyak 77. Sementara titik yang sudah perlintasan kereta api sebanyak 13 titik. Sehingga perlintasan kereta yang belum berpalang pintu sebanyak 54 titik.
“Dan tiap tahun harapannya ada pembangunan palang pintu. Tahun 2023 kami mendapatkan bantuan dari provinsi ada dua titik perlintasan yang dibangun palang pintu. Semuanya tahun 2023 yang bangun provinsi,” pungkasnya.(ziz)
Editor: Dhita Septiadarma


















