“Intinya pada kasus TBC ini adalah deteksi sedini mungkin sehingga dapat mengurangi penularan. Begitupun untuk pencegahan penularan TBC pada anak,” ungkapnya.
Desi menjelaskan, bakteri pada TBC ini dapat menyebar melalui cipratan liur (droplet) yang keluar saat pasien TBC batuk atau bersin tanpa menutup mulut dan hidung. Kemudian, tetesan air liur juga bisa menyebar ketika pasien TBC membuang dahak (Meludah) secara sembarangan.
Hal itu membuat droplet beterbangan di udara, sehingga siapapun yang melewati area tersebut dapat menghirupnya dan terjadilah penularan TBC. Berdasarkan usia, anak dengan usia dibawah 5 tahun paling rentan tertular TBC utamanya dari orang dewasa yang lebih dulu menderita TBC.
“Asalkan kasus TBC pada orang dewasa bisa segera terdeteksi dan segera diobati, kasus penularan TBC pada anak pasti akan semakin menurun,” pungkasnya.
Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor :



















