“Mereka telah kami amankan untuk dimintai keterangan. Saat ini sudah di Mapolres Bangkalan untuk diperiksa oleh petugas,” kata Kapolres AKBP Febri Isman Jaya.
AKBP Febri Isman Jaya mengungkapkan, penyebab ledakan diduga berasal dari mortir.
“Tim dari Gegana dan Labfor Polda Jatim telah mengamankan sebanyak empat barang amunisi sejenis mortir dan saat ini barang tersebut masih dalam proses identifikasi,” tambah AKBP Febri.
Untuk korban luka, AKBP Febri menyebutkan jika korban telah mendapatkan penanganan medis dari RSUD Syamrabu Bangkalan dan untuk korban meninggal sedang diotopsi.
“Untuk korban luka tiga orang telah dipulangkan dari puskesmas Kamal karena hanya menderita luka ringan. Dan dua orang sedang menjalani perawatan intensif di RSUD Syamrabu Bangkalan,” lanjut Kapolres.
Disamping itu, AKBP Febri juga memberikan himbauan kepada masyarakat untuk tidak menyimpan barang barang yang ditemukan dilaut jika barang tersebut terlihat mencurigakan ataupun berbahaya di dalam rumah.
“Masyarakat di Madura dan Bangkalan khususnya mayoritas merupakan nelayan. Jika menemukan apapun di tengah laut yang itu terlihat mencurigakan atau berbahaya jangan disimpan dirumah,” katanya.
“Laporkan saja kepada polsek terdekat agar bisa ditindaklanjuti dan tidak membahayakan keselamatan orang lain,” tutup Kapolres, seperti dilansir laman Polres Bangkalan, Sabtu (30/12).
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, petugas melarang warga untuk mendekat ke lokasi kejadian, bahkan petugas telah memasang garis polisi.
Editor: Gimo Hadiwibowo


















