Kartini Tak Hanya Emansipasi, ini Pesan Mendalam dari Sarasehan di Persada Soekarno Kediri

Kartini Tak Hanya Emansipasi, ini Pesan Mendalam dari Sarasehan di Persada Soekarno Kediri
Kegiatan Hari Kartini di Situs Persada Soekarno Desa Pojok Wates. (ist)

Kediri, SEJAHTERA.CO – Peringatan Hari Kartini di Situs Persada Soekarno Ndalem Pojok berlangsung tidak sekadar meriah, tetapi juga sarat makna reflektif.

Melalui sarasehan kebangsaan yang digelar Senin malam (20/4/2026), publik diajak memahami sosok Kartini secara lebih mendalam—melampaui sekadar simbol emansipasi perempuan.

Kegiatan yang mengusung tema “Habis Gelap Terbitlah Terang” ini dihadiri tokoh lintas agama, komunitas masyarakat, serta perwakilan pemerintah daerah.

Read More

Rangkaian acara meliputi doa lintas agama, santunan anak yatim dan fakir miskin, lomba bahasa Jawa, fashion show, hingga pembagian doorprize.

Namun, sorotan utama tertuju pada sarasehan kebangsaan yang menghadirkan dua narasumber perempuan, yakni R.A. Jayandari Purnamawati dan Eni Setyoningsih.

Dalam pemaparannya, Jayandari mengajak masyarakat untuk melihat sosok Raden Ajeng Kartini dari perspektif yang lebih utuh.

Baca Juga :Cemburu Buta Berujung Maut, Teman Sendiri jadi Korban, Jasadnya Hanyut ke Jombang

“Selama ini Kartini sering dipahami hanya sebatas perjuangan emansipasi fisik dan sosial. Padahal, jika ditelaah lebih dalam, Kartini adalah seorang penempuh jalan spiritual yang membangkitkan kesadaran jati diri manusia,” ujar Jayandari

Menurutnya, keterbatasan ruang yang dialami Kartini tidak mampu membatasi keluasan pikirannya.

“Raganya mungkin terkurung, tetapi kesadarannya melampaui zamannya. Kartini tidak sekadar menuntut kesetaraan, tetapi menghidupkan kesadaran manusia,” tambahnya.

Jayandari juga menegaskan bahwa pemikiran Kartini memiliki kontribusi penting dalam membangun kesadaran kebangsaan Indonesia jauh sebelum kemerdekaan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *