Modus Ngaku Anggota Kodim, Pria Bojonegoro Tipu Penjual Nasi Goreng di Tulungagung

ngaku tentara tulungagung
Perugas Polsek Tulungagung Kota saat berhasil meringkus AD (27) atas penipuan dengan modus mengaku sebagai anggota TNI (Humas Polres Tulungagung)

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Pria berinisial AD (27), warga Kabupaten Bojonegoro, tak berkutik saat diringkus Unit Reskrim Polsek Tulungagung Kota. Ia ditangkap karena melakukan penipuan dengan modus mengaku sebagai anggota Kodim Tulungagung.

Baca juga:Bupati Nonaktif Tulungagung Tetap Terima Gaji Pokok, Tunjangan Dipangkas

Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdiyanto, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Kamis (2/4/2026). Saat itu, korban bernama Indasah menerima pesanan nasi goreng sebanyak 85 bungkus melalui aplikasi WhatsApp dari seseorang yang mengaku anggota Kodim Tulungagung.

Read More

Karena percaya dengan identitas pelaku, korban tidak menaruh kecurigaan dan langsung menyiapkan pesanan. Setelah makanan selesai, pelaku mengirimkan bukti transfer senilai Rp1,8 juta. Namun, bukti tersebut ternyata palsu.

“Awalnya pelaku memesan 85 porsi nasi goreng. Setelah pesanan siap, pelaku mengirim bukti transfer ke korban,” ujar Nanang, Selasa (21/4/2026).

Tanpa mengecek saldo rekening, korban mengira pembayaran sudah masuk. Bahkan, karena merasa ada kelebihan pembayaran, korban sempat berniat mengembalikan uang sebesar Rp700 ribu.

Pelaku kemudian mengarahkan korban melakukan transaksi melalui barcode atau QRIS dengan dalih tertentu. Tanpa disadari, langkah itu justru membuat uang milik korban sebesar Rp1,8 juta keluar dari rekeningnya.

Korban baru menyadari telah tertipu setelah memeriksa saldo di aplikasi mobile banking dan mendapati uangnya telah berkurang. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Tulungagung Kota.

Menindaklanjuti laporan itu, petugas melakukan penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi pelaku. Polisi kemudian bergerak ke wilayah Bojonegoro dan menangkap AD di rumahnya pada Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 01.15 WIB.

Dari penangkapan tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya percakapan WhatsApp, bukti transfer melalui aplikasi BRImo, serta satu unit ponsel milik pelaku.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 45A ayat (1) jo Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 492 KUHP.

Polisi mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan online, khususnya yang mengatasnamakan instansi tertentu. Masyarakat juga diminta memastikan dana benar-benar telah masuk ke rekening sebelum melakukan transaksi lanjutan.

Baca juga:Kotak Misterius di Depan Kantor BAF Tulungagung Bikin Geger, Ternyata Berisi 120 Paket Daging

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan melakukan pengecekan sebelum mempercayai bukti transfer,” pungkas Nanang.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *