Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Masyarakat Kabupaten Trenggalek dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan perihal ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di musim hujan.
Sebab, populasi nyamuk aedes aegypti penyebab DBD bakal meningkat karena telur yang belum menetas akan menetas saat habitat perkembangbiakannya mulai tergenang air hujan.
“Untuk mengantisipasi itu, kami terus melakukan upaya-upaya pencegahan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Trenggalek, Sunarto.
Pihaknya menyebut telah mengambil langkah sesuai prosedur penanganan demam berdarah. Mulai dari penyelidikan epidemiologi hingga fogging selektif yang sudah dilakukan di beberapa titik.
Fogging itu dilakukan apabila di radius 100 meter dari penderita ada gejala DBD. Sebab fogging tidak bisa sembarangan dilakukan karena kandungan bahannya mencemari lingkungan.
“Untuk itu fogging dilakukan secara selektif,” imbuhnya.
Di luar itu, Sunarto meminta kepada masyarakat ikut aktif menggalakkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk minimal dilakukan dilingkungan sekitar tempat tinggalnya masing-masing, selain memaksimalkan peran kader juru pemantau jentik.
Langkah itu menjadi kunci ampuh untuk memutus perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti dan aedes albopictus yang dikenal sebagai pembawa virus dengue masuk ke tubuh manusia.
“Seperti misalnya 3 M. Menguras bak mandi minimal seminggu sekali, menutup bak air dan mengubur tempat yang berpotensi jadi sarang nyamuk. Kemudian abatisasi di tempat yang tidak mungkin dikuras, dan kegiatan-kegiatan lainnya. Semoga langkah-langkah itu dapat mencegah kasus hingga kematian,” imbuhnya.



















