“Jujur saja ini membahayakan bagi pengguna jalan. Harusnya pemasang baliho memperhitungkan kondisi cuaca saat ini yang sering hujan bercampur angin kencang. Sekali waktu dikontrol apakah pemasangan sudah kuat atau belum, ” jelasnya.
Suharto menyampaikan baliho di pinggir jalan yang rawan roboh ini tidak saja terjadi di wilayah Ngasem namun hampir di seluruh wilayah Kabupaten Kediri. Baliho robek sudah menjadi pemandangan sehari hari yang dilihat oleh pengguna jalan.
” Terlebih semakin dekatnya masa pemilu ini, semakin banyak baliho, baner, spanduk bertebaran di wilayah Kabupaten Kediri. Alangkah idealnya bila pihak terkait menertibkan apk caleg yang roboh ini, ” imbuhnya. (bak)



















