“Desain yang digunakan jangan mirip kran cuci tangan (wastafel). Desain yang digunakan diharapkan meyakinkan masyarakat bawasannya air yang disediakan itu benar-benar layak minum, sehingga mereka tidak lagi membawa air kemasan, cukup membawa tumbler yang airnya bisa mengambil dari alat tersebut,” imbuhnya.
Selain itu, kebersihan di sektor wisata juga jadi prioritas dengan melibatkan aktivis lingkungan hingga kelompok sadar wisata di sekitar kawasan wisata.
Bahkan Mas Ipin mendorong lahirnya Adipura tingkat RT yang akan dimulai di lima kelurahan. Tata kelola keindahan kota itu untuk mendukung Pasar Pon sebagai hub pariwisata.
“Karena rencana kedepan akan ada Bus Pariwisata dengan Jalur Pasar Pon – Durenan – Prigi dan jalur Pasar Pon – Dongko – Panggul,” ujarnya.
Namun, untuk mewujudkan penataan kota yang indah itu, kata Mas Ipin, butuh dukungan serta kolaborasi semua pihak termasuk masyarakat pada umumnya. Hal itu misalnya berkaca pada kurangnya kesadaran masyarakat soal jalur sepeda di Bumi Menak Sopal yang kerap digunakan sebagai jalur parkir.
“Kemudian terkait dengan limbah, kita akan mengadakan kegiatan green office dengan sampah 3 R. Pengelolaan air hujan, hemat energi, energi terbarukan sampai dengan upaya optimalisasi penangkapan gas karbon. Ini yang kita lakukan,” pungkasnya.
Reporter: Angga Prasetya
Editor: Dhita Septiadarma


















