“Golput bukanlah solusi, karena 10 – 20 tahun kedepan kalianlah yg akan memimpin Indonesia, jadi jangan sampai kalian acuh dengan politik” ungkap Tanto sekaligus menutup sambutan dan resmi membuka acara sosialisasi tersebut.
Dikesempatan yang sama, Sekretaris Badan Kesbangpol Kota Kediri saat menyampaikan laporan menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diadakan dengan tujuan untuk menekan angka golput di Kota Kediri. Bagus juga berharap dengan adanya sosialisasi ini seluruh peserta sosialisasi selaku pemilih pemula dapat memberikan hak suaranya pada tanggal 14 Februari mendatang. “Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kota Kediri berjumlah 233.962 orang, dan adik – adik adalah bagian dari itu, jadi jangan sampai golput ya” ujar Bagus. Bagus bersama seluruh siswa SMA se Kota Kediri membuat kesepakatan dengan memberikan julukan “Kasih Suara” pada 14 Februari besok.
Tak hanya harapan, Bagus juga berpesan kepada para siswa – siswi untuk memilih paslon yang dapat mewadahi aspirasi seluruh masyarakat dengan baik. “Jadi pilihlah DPD yang dapat membangun konektivitas di Jawa Timur, dan pilihlah Presiden yang dapat membawa Indonesia pada tahapan – tahapan menuju 2045, Indonesia Emas” terang Bagus.
Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi yang disampaikan oleh Imam Fahruddin selaku ketua program studi Administrasi Negara Universitas Kadiri. Dengan menyampaikan materi “Pemilu Damai Lebih Asyik”.
Sementara itu, Fitri, salah satu siswi dari SMA Negeri 6 Kota Kediri yang mengikuti sosialisasi tersebut mengucapkan berterimakasih kepada Pemerintah Kota Kediri karena telah mengadakan sosialisasi pendidikan politik untuk seluruh siswa – siswi SMA se Kota Kediri. “Sosialisasi hari ini asik sekali, selain bisa belajar banyak mengenai politik dan demokrasi, kami juga bertemu dengan teman – teman baru dari sekolah lain” ujar Fitri. Fitri juga berharap pemilu 2024 ini berjalan lancar, damai dan yang terpilih esok dapat amanah dan menerima aspirasi seluruh masyarakat Indonesia.
Editor: Dhita Septiadarma



















