Akibatnya, terjadi penurunan kognitif yang mencakup kesulitan berkonsentrasi, sulit mengingat informasi, dan menurunnya kemampuan pengambilan keputusan.
3. Gangguan Keseimbangan Emosional
Keseimbangan emosional yang baik sangat penting untuk kesehatan mental. Namun, ini dapat mengacaukan keseimbangan ini karena gangguan pada sistem saraf otonom, yang mengatur respons tubuh terhadap stres.
Hal ini dapat menyebabkan peningkatan tingkat hormon stres seperti kortisol, yang pada gilirannya dapat menyebabkan gangguan keseimbangan emosional.
4. Peningkatan Risiko Gangguan Kesehatan Mental
Berbagai studi telah menunjukkan bahwa kebiasaan yang terus-menerus dapat meningkatkan risiko mengalami gangguan kesehatan mental, termasuk depresi dan kecemasan.
Tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting dalam menjaga keseimbangan kimia otak dan melindungi kesehatan mental.
5. Pengaruh Terhadap Hubungan Sosial
Kurang tidur dapat membuat seseorang lebih mudah marah, sensitif, dan sulit berinteraksi dengan orang lain secara positif.
Hal ini dapat merugikan hubungan sosial dan interpersonal seseorang. Selain itu, orang yang sering tidur larut cenderung kurang bersikap empatik dan kurang mampu memahami perasaan orang lain.
Menerapkan kebiasaan tidur yang baik dapat membantu mencegah risiko gangguan kesehatan mental dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.



















