4. Kekurangan Nutrisi:
1. Defisiensi Vitamin dan Mineral:
Menahannya seringkali berarti asupan makanan yang terbatas, yang dapat menyebabkan defisiensi vitamin dan mineral yang esensial untuk kesehatan, seperti zat besi, kalsium, dan vitamin B kompleks.
2. Gangguan Pertumbuhan pada Anak-anak:
Pada anak-anak dan remaja, menahannya dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.
5. Penurunan Daya Tahan Tubuh:
1. Sistem Kekebalan Tubuh yang Melemah:
Kekurangan asupan makanan dapat menyebabkan penurunan daya tahan tubuh, meningkatkan risiko infeksi dan penyakit.
2. Penurunan Kepadatan Tulang:
Kekurangan nutrisi, terutama kalsium dan vitamin D, dapat mengakibatkan penurunan kepadatan tulang, meningkatkan risiko osteoporosis.
6. Pengaruh pada Kesehatan Kardiovaskular:
1. Peningkatan Risiko Penyakit Jantung:
Ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung karena dapat menyebabkan perubahan pada profil lipid dan tekanan darah.
7. Gangguan Pencernaan:
1. Sindrom Usus Besar Maladaptif:
Kekurangan serat dan gangguan pola makan dapat menyebabkan sindrom usus besar maladaptif, yang dapat mengakibatkan masalah pencernaan seperti sembelit atau diare.
8. Peningkatan Risiko Diabetes:
1. Penurunan Toleransi Glukosa:
Menahannya yang berlebihan dapat menyebabkan penurunan toleransi glukosa, meningkatkan risiko pengembangan diabetes tipe 2.
9. Gangguan Fungsi Ginjal:
1. Peningkatan Beban Kerja pada Ginjal:
Kekurangan asupan cairan dan ketidakseimbangan elektrolit dapat meningkatkan beban kerja pada ginjal, meningkatkan risiko gangguan ginjal.



















