“Ada tren naik atau siklus dua tahun. Jadi kenaikan itu seperti dua tahun sekali,” katanya.
Perempuan ramah ini menambahkan, menukil data pada 2017, jumlah DBD sebanyak 99 kasus. Pada 2018 sebanyak 534 kasus dan setahun kemudian atau 2019 naik menjadi 608 kasus.
Pada 2020 turun menjadi 199 kasus, 2021 hanya 140 kasus. “Nah pada 2023 dan 2024 ini naik lagi,” katanya.
Pihaknya mengimbau agar masyarakat menjaga pola hidup bersih. Jika ada gejala panas demam, tak sungkan segera ke dokter terdekat. Semakin cepat penanganan semakin cepat pulih.
Sebelumnya di Kota Blitar juga ada laporan kasus. Berdasarkan data laporan di Dinas Kesehatan (dinkes) Kota Blitar awal tahun 2024 atau dua bulan Januari-Februari ini sudah ada 10 warga terkena serangan DBD. Bahkan salah satu penderitanya meninggal dunia.
Sebanyak 10 warga yang terjangkit DBD itu tersebar di berbagai kelurahan. Sebelum mendapatkan penanganan mengeluh demam tinggi yang identik gejala DBD. Tetapi sayang, 1 pasien nyawanya tak tertolong lagi karena diketahui sudah dalam kondisi mengkhawatirkan. Penderita DBD yang meninggal asal Sukorejo. (ziz)



















