Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Proses vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Tulungagung terus dilakukan. Hingga saat ini Pemkab Tulungagung terus mendapat jatah dropping vaksin.
Kendati kasus PMK di Kabupaten Tulungagung sudah tidak ada temuan, namun proses vaksin terus dilakukan demi mencegah merebaknya kasus PMK lagi.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Tulungagung, Mulyanto mengatakan, kasus PMK di Tulungagung dipastikan sudah nol kasus sejak beberapa bulan terakhir.
Namun sebagai langkah preventif, proses vaksinasi PMK pada ternak sapi di wilayah Kabupaten Tulungagung terus dilakukan.
Pasalnya, pihaknya ingin mencegah munculnya kembali kasus PMK selama masa peralihan musim mendatang, demi melestarikan ternak yang ada.
Baca Juga :KAI Daop 7 Madiun Berikan Bantuan Bina Lingkungan TJSL untuk LKSA Muhammadiyah Kota Madiun
Itu karena pihaknya mewaspadai adanya temuan kasus PMK yang bisa terjadi pada peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan.
“Vaksin PMK terus berjalan untuk mencegah munculnya kembali kasus PMK di Kabupaten Tulungagung. Apalagi saat peralihan musim, kondisi itu menyebabkan kelembaban yang tinggi dan menyebabkan berkembangnya mikroorganisme,” kata Mulyanto, Minggu (3/8/2025).
Proses vaksinasi ini, ungkap Mulyanto, dilakukan pada setiap desa di Tulungagung, sasarannya satu ekor sapi minimal mendapat jatah vaksin hingga empat kali.
Sedangkan untuk ternak sapi yang ukurannya lebih kecil bisa mendapat suntikan vaksin PMK sampai dengan tiga kali.



















