Suparno, Pengrajin Beduk-Rebana Asal Sentul, 20 Tahun Menggeluti Usahanya, Ramadan Order Melesat

Blitar, SEJAHTERA.CO – Momen Ramadan membawa  berkah bagi pengrajin rebana  dan beduk. Suparno, warga Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar ini pun harus kerja ekstra karena banjir pesanan.

 

Kelurahan Sentul merupakan ikon Kota Blitar. Ikon karena di kelurahan ini banyak ditemui pengrajin kerajinan berbahan dasar kayu. Seperti kendang jimbe, otok-otok, tasbih, papan catur, rebana hingga beduk. Produknya pun sudah dikirim ke sejumlah kota di Indonesia. Bahkan sudah diekspor ke mancanegara.

Read More

Nah, salah satu pengrajinnya adalah Suparno.  Pria kelahiran 53 tahun silam ini sudah menekuni pembuatan rebana dan beduk sudah  20 tahun lebih. Saking lamanya, di Sentul dijuluki  sang maestro pengrajin kendang, rebana dan beduk.

 

Tak heran di seluruh sudut halaman depan dan belakang rumah dipenuhi dengan tumpukan rebana hingga kendang. “Alhamdulillah kalau Ramadan pesanan meningkat. Dalam sebulan biasanya menerima 2 order, kalau Ramadan bisa sampai 8 orderan,” katanya.

Para pemesan bukan hanya dari Blitar, tetapi juga luar kota.  Bahkan sampai Kalimantan. Rebana misalnya, banyak dipesan karena  saat ini grup salawat lagi ngetren. Bahkan hampir tiap musala ada grup rebana. Sementara beduk, biasanya dipesan seiring dengan pembangunan musala atau masjid.

 

“Rebana yang paling banyak dipesan. Bahkan jauh sebelum Ramadan sudah stok.  Kalau untuk beduk pengerjaan cepat syaratnya harus pekerjanya juga banyak,” katanya.

Bapak satu anak ini menambahkan untuk satu set rebana terdiri dari 9 unit rebana dijual Rp 2,5 juta tergantung ukuran. Sementara untuk beduk, satu unit ukuran sedang dibanderol Rp 10 juta.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *