Fenomena Gunung Lumpur Muncul di Grobogan Jateng, Terkait Gempa di Tuban?, Ini Penjelasan Badan Geologi

Fenomena Gunung Lumpur Muncul di Grobogan Jateng, Terkait Gempa di Tuban?, Ini Penjelasan Badan Geologi

Dengan terbukanya rekahan-rekahan tersebut material mud diapir akan mengalami pergerakan naik dan ada penambahan debit material.

Namun dengan adanya kompresi dan tekanan tektonik pada area tersebut akan terjadi titik kesetimbangan seperti pada saat sebelum momen kegempaan terjadi.

Adapun aktivitas dari semburan lumpur yang meningkat pasca terjadinya gempa di Bawean (Tuban) pada tanggal 22 Maret 2024 dengan skala 6.5 SR diduga dapat menyebabkan hal-hal berikut:

Read More

1.     Sistem migrasi hidrokarbon maupun lumpur menjadi lebih aktif karena adanya bukaan berupa rekahan maupun patahan sebagai akibat adanya gempa dangkal ini;

2.     Gejolak lumpur di daerah sekitar Bledug Kuwu dan Bledug Kramesan menemukan jalannya untuk keluar melewati rekahan yang terbentuk akibat gempa tersebut.

Badan Geologi meminta masyarakat di sekitar area Bledug Kuwu dan Bledug Kramesan tidak perlu merasa panic.

Masyarakat juga diimbau agar supaya tidak mempercayai berita-berita yang tidak bertanggung jawab serta tidak jelas dasar keilmuannya, sehingga dapat memberikan penafsiran yang beraneka macam.

Badan Geologi akan terus memonitor perkembangan fenomena alam ini, baik Bledug Kramesan maupun Bledug Kuwu di Grobogan Jawa Tengah.

“Fenomena terjadinya Bledug Kramesan di daerah Grobogan tersebut bukanlah suatu fenomena yang luar biasa,” katanya.

“Apalagi tidak jauh dari Bledug Kramesan terdapat Bledug Kuwu yang secara umum sudah diketahui oleh publik sebagai fenomena mud volcano (gunung lumpur) yang sudah berlangsung selama puluhan tahun,” tutup Wafid.

Editor: Gimo Hadiwibowo

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *